Booking homestay sekarang memang super gampang. Tinggal buka aplikasi atau media sosial, pilih tempat, chat pemilik, transfer, beres. Tapi di balik kemudahan itu, ada banyak cerita kurang menyenangkan yang sering dialami tamu: homestay tidak sesuai foto, lokasi nyasar, fasilitas kurang, bahkan kasus penipuan. Makanya, sebelum kamu buru-buru bayar, ada beberapa hal penting yang wajib dicek supaya liburan tetap aman dan nyaman.

Artikel ini akan membahas hal-hal krusial yang sering luput di perhatikan saat booking homestay, terutama buat kamu yang ingin perjalanan bebas drama.


1. Pastikan Lokasi Homestay Benar dan Jelas

Lokasi adalah faktor utama yang sering bikin tamu kecewa. Banyak homestay mengklaim “dekat pusat kota” atau “strategis”, tapi kenyataannya jauh dari mana-mana.

Beberapa hal yang perlu kamu cek:

  • Nama jalan dan patokan sekitar (bukan cuma nama daerah)

  • Akses kendaraan (mobil bisa masuk atau tidak)

  • Jarak ke tempat tujuan utama kamu (pantai, tempat wisata, stasiun, kampus, dll)

Kalau booking lewat chat pribadi, jangan ragu minta share titik lokasi. Homestay yang profesional biasanya tidak keberatan dan justru senang menjelaskan aksesnya.


2. Cek Foto Asli, Bukan Sekadar Estetik

Foto adalah senjata utama penjual dalam booking homestay. Sayangnya, banyak foto yang sudah di edit berlebihan atau di ambil dari sudut tertentu supaya terlihat lebih luas dan mewah.

Tips aman:

  • Bandingkan foto kamar, kamar mandi, dan area umum

  • Perhatikan detail kecil seperti kondisi tembok, lantai, dan perabot

  • Cek apakah foto terlihat konsisten atau justru seperti gabungan dari tempat berbeda

Kalau perlu, minta foto terbaru. Homestay yang terawat biasanya rutin update kondisi bangunannya.


3. Baca Review dengan Pola, Bukan Emosi

Review adalah tambang emas, tapi jangan di baca setengah-setengah. Banyak orang hanya fokus ke bintang, padahal isi review jauh lebih penting.

Perhatikan:

  • Komentar yang berulang (misalnya AC kurang dingin, air kecil, atau tuan rumah susah dihubungi)

  • Review terbaru, bukan yang sudah lama

  • Cara pemilik menanggapi keluhan

Kalau keluhan yang sama muncul berkali-kali, besar kemungkinan masalah itu memang nyata, bukan kebetulan.

Baca Juga:
Kenapa Apartemen Studio Lebih Diminati untuk Staycation? Ini Alasannya!


4. Tanyakan Fasilitas Secara Detail

Jangan berasumsi. Kata “lengkap” bisa berarti beda-beda buat setiap orang. Lebih baik tanya langsung daripada kecewa setelah sampai.

Fasilitas yang wajib dikonfirmasi:

  • AC atau kipas angin

  • Air panas (water heater)

  • WiFi (dan apakah stabil)

  • Dapur dan alat masak

  • Parkir (gratis atau bayar)

Kalau kamu kerja remote atau bawa keluarga, fasilitas ini jadi krusial dan tidak bisa dianggap sepele.


5. Perjelas Aturan Menginap Sejak Awal

Setiap homestay punya aturan masing-masing, dan ini sering jadi sumber konflik kalau tidak dibahas dari awal.

Hal yang perlu kamu tanyakan:

  • Jam check-in dan check-out

  • Apakah boleh bawa tamu

  • Aturan merokok

  • Kebijakan membawa hewan peliharaan

  • Denda jika ada kerusakan

Dengan aturan yang jelas, kamu bisa menyesuaikan ekspektasi dan menghindari kesalahpahaman.


6. Cek Identitas dan Kredibilitas Pemilik

Terutama kalau booking di luar platform besar, kamu harus ekstra hati-hati. Jangan langsung percaya hanya karena harga murah.

Ciri pemilik homestay yang bisa dipercaya:

  • Respon cepat dan jelas

  • Tidak terburu-buru minta transfer

  • Bisa menjelaskan detail homestay dengan lancar

  • Memiliki akun atau jejak digital yang wajar

Kalau pemilik terkesan menghindari pertanyaan atau jawabannya berputar-putar, sebaiknya pertimbangkan ulang.


7. Bandingkan Harga dengan Homestay Sekitar

Harga terlalu murah bisa jadi tanda bahaya, tapi harga mahal juga belum tentu sepadan. Bandingkan dengan homestay lain di area yang sama dengan fasilitas serupa.

Perbandingan ini membantu kamu:

  • Menilai apakah harga masuk akal

  • Menghindari overprice

  • Mengetahui standar fasilitas di lokasi tersebut

Homestay yang jujur biasanya berani pasang harga sesuai kualitas, tidak menjual mimpi.


8. Perhatikan Sistem Pembayaran

Sistem pembayaran sering jadi titik rawan penipuan. Idealnya, gunakan platform booking yang punya sistem escrow atau rekening bersama.

Kalau harus transfer langsung:

  • Pastikan nama rekening sesuai dengan nama pemilik

  • Simpan bukti chat dan transfer

  • Jangan transfer DP penuh jika belum yakin

Pemilik profesional biasanya fleksibel soal metode pembayaran dan tidak memaksa.


9. Tanyakan Kondisi Lingkungan Sekitar

Homestay nyaman bukan cuma soal kamar, tapi juga lingkungan. Ini sering dilupakan, padahal efeknya besar ke pengalaman menginap.

Hal yang bisa kamu tanyakan:

  • Apakah lingkungan ramai atau tenang

  • Keamanan area di malam hari

  • Jarak ke minimarket atau tempat makan

Lingkungan yang aman dan nyaman bikin kamu bisa istirahat dengan tenang tanpa rasa was-was.


10. Sesuaikan dengan Kebutuhan Pribadi

Terakhir, jujur pada diri sendiri soal kebutuhan. Homestay backpacker jelas beda dengan homestay keluarga atau staycation.

Tanya ke diri kamu:

  • Mau fokus istirahat atau eksplor?

  • Butuh privasi tinggi atau santai saja?

  • Lebih penting lokasi atau fasilitas?